Dalam upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus mengasah kreativitas sejak usia dini, rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyelenggarakan kegiatan pelatihan kesenian inovatif di MI YASFA. Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini ditujukan khusus bagi siswa-siswi kelas 4, dengan fokus utama pada pembelajaran teknik mewarnai pakaian menggunakan metode alam atau ecoprint.
Mengenal Alam Melalui Ecoprint
Ecoprint merupakan teknik pencetakan warna dan pola pada kain yang menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun, bunga, dan batang tanaman. Mahasiswa KKN memilih metode ini sebagai media edukasi karena prosesnya yang aman, ramah lingkungan, dan mampu mengajarkan anak-anak untuk lebih menghargai kekayaan alam di sekitar mereka.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk tidak sekadar belajar di dalam kelas, tetapi juga memahami bahwa alam menyediakan berbagai bahan yang bisa disulap menjadi karya seni bernilai tinggi.
Keseruan Praktik Secara Langsung
Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan interaktif agar siswa kelas 4 dapat mengikuti prosesnya dengan mudah dan menyenangkan:
Fiksasi Warna: Mahasiswa KKN mendampingi proses perendaman kain menggunakan tawas agar warna alami yang sudah menempel tidak mudah luntur.
Eksplorasi Lingkungan: Siswa diajak berkeliling area sekolah untuk mengenali dan mengumpulkan berbagai jenis dedaunan serta bunga liar yang memiliki pigmen warna alami.
Penataan Pola (Teknik Pounding): Daun dan bunga yang telah dikumpulkan kemudian ditata di atas sehelai kain putih polos (seperti totebag atau saputangan). Siswa kemudian diajarkan memukul-mukul dedaunan tersebut menggunakan palu kayu secara perlahan agar ekstrak warna alami daun berpindah ke serat kain.
Harapan dan Manfaat Edukasi
Selain menghasilkan karya seni yang unik dan bisa dibawa pulang oleh masing-masing siswa, program kerja KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. Pengetahuan tentang ecoprint dapat menjadi dasar bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan wirausaha berbasis lingkungan di masa depan.
Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah MI YASFA, dan antusiasme siswa membuktikan bahwa edukasi lingkungan dapat disampaikan melalui cara-cara kreatif yang merangsang motorik dan imajinasi anak. Ke depannya, inovasi pembelajaran seperti ini diharapkan dapat terus diadaptasi dalam kurikulum ekstrakurikuler sekolah.

