img 9666

Langkah Kreatif untuk Pesisir Lestari: Mahasiswa KKNT IPB University Manfaatkan Limbah Serabut Kelapa Menjadi KOKEDAMA

Sukabumi, [25 Juli 2026] – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana yang memanfaatkan potensi sumber daya di sekitar masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University menyelenggarakan kegiatan “Ti Limbah Jadi Indah: Kreasi Kokedama Sabut Kalapa” di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah serabut kelapa sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Desa Citepus merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya alam dan pariwisata yang cukup besar. Keberadaan kawasan pesisir dan aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan pariwisata, perdagangan, serta pemanfaatan hasil kelapa turut menghasilkan berbagai jenis limbah, salah satunya berupa serabut kelapa. Selama ini, serabut kelapa masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menjadi limbah apabila tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKNT IPB University untuk memperkenalkan inovasi pemanfaatan serabut kelapa menjadi produk ramah lingkungan berupa kokedama.

Kokedama merupakan seni tanaman yang berasal dari Jepang dan secara umum dikenal sebagai teknik menanam tanaman dengan membentuk media tanam menyerupai bola yang dibungkus menggunakan lumut atau bahan organik tertentu. Dalam kegiatan ini, konsep kokedama diadaptasi dengan memanfaatkan serabut kelapa sebagai bahan utama pembentuk media dan pembungkus tanaman. Pemanfaatan serabut kelapa tersebut menjadi alternatif yang lebih sesuai dengan kondisi dan potensi lokal Desa Citepus, sekaligus memberikan nilai tambah terhadap material yang sebelumnya kurang termanfaatkan. 

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai permasalahan limbah, khususnya limbah serabut kelapa yang banyak ditemukan di lingkungan pesisir. Mahasiswa menjelaskan kepada masyarakat bahwa limbah tidak selalu harus berakhir sebagai bahan buangan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki fungsi dan nilai estetika. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diajak untuk melihat serabut kelapa sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan. Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa memperkenalkan konsep dan manfaat kokedama kepada masyarakat. Peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip dasar pembuatan kokedama, pemilihan tanaman, media tanam, hingga cara merawat tanaman setelah kokedama selesai dibuat. Pemilihan tanaman juga disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan kemudahan perawatannya sehingga masyarakat dapat menerapkan teknik tersebut secara mandiri di rumah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan kokedama oleh mahasiswa KKNT IPB University. Peserta diperlihatkan secara langsung tahapan pembuatan mulai dari menyiapkan bahan, membentuk media tanam, menempatkan tanaman, membungkus media menggunakan serabut kelapa, hingga membentuknya menjadi bola yang kokoh dan memiliki nilai estetika. Demonstrasi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami setiap proses dengan mudah. Tidak hanya melalui demonstrasi, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pembuatan kokedama secara langsung. Peserta terlibat dalam setiap tahapan pembuatan dengan menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan. Keterlibatan langsung ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan kembali secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Pemanfaatan serabut kelapa sebagai bahan utama kokedama memberikan beberapa manfaat. Selain membantu mengurangi material yang berpotensi menjadi limbah, serabut kelapa juga memiliki karakteristik yang dapat digunakan sebagai bahan pendukung media tanam karena mampu membantu mempertahankan kelembapan di sekitar perakaran tanaman. Penggunaannya dalam kokedama sekaligus memberikan tampilan alami yang sesuai dengan karakter lingkungan pesisir Desa Citepus. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti demonstrasi, mengajukan pertanyaan mengenai jenis tanaman yang dapat digunakan, serta berdiskusi mengenai cara merawat kokedama agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap potensi kokedama sebagai produk dekorasi yang dapat ditempatkan di rumah maupun dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Lebih dari sekadar kegiatan membuat tanaman hias, Ti Limbah Jadi Indah: Kreasi Kokedama Sabut Kalapa diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah secara kreatif dan berkelanjutan. Inovasi sederhana yang memanfaatkan potensi lokal tersebut juga diharapkan dapat mendukung penghijauan di lingkungan rumah, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta membuka peluang pengembangan produk kreatif khas Desa Citepus. Melalui pemanfaatan serabut kelapa menjadi kokedama, mahasiswa KKNT IPB University ingin menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Dengan mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai, masyarakat tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga turut menciptakan peluang baru untuk menghasilkan produk yang memiliki manfaat ekologis, estetis, dan ekonomis. Langkah kecil tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju Desa Citepus yang lebih hijau, kreatif, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *