Sukabumi, 9 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Citepus menghadirkan program kerja “Citepus Tourism Mapping”, sebuah kegiatan identifikasi, pendataan, dan pemetaan potensi wisata yang bertujuan mendukung pengembangan serta promosi pariwisata berbasis potensi lokal Desa Citepus.
Program ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai potensi wisata di Desa Citepus yang perlu didokumentasikan dan disajikan secara lebih terstruktur. Melalui pemetaan digital, informasi mengenai lokasi, jenis wisata, serta daya tarik objek wisata diharapkan dapat lebih mudah diakses oleh pemerintah desa, masyarakat, maupun wisatawan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKNT IPB melakukan koordinasi dan pengumpulan informasi bersama pemerintah desa, masyarakat, serta pihak terkait. Data kemudian dilengkapi melalui survei lapangan dengan melakukan observasi langsung, pencatatan titik koordinat, dan dokumentasi setiap lokasi yang memiliki potensi wisata.
Sebagai bagian dari proses penyusunan peta, pada 30 Juli 2026 mahasiswa KKNT IPB melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi untuk memperoleh masukan dan validasi terkait data serta pemetaan potensi wisata Desa Citepus. Audiensi tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan informasi yang disajikan dalam peta dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Data hasil survei selanjutnya diolah menggunakan aplikasi pemetaan digital seperti Google Maps dan ArcGIS. Proses tersebut mencakup pengolahan titik lokasi, penyusunan informasi objek wisata, serta dokumentasi pendukung hingga menghasilkan peta potensi wisata Desa Citepus.
Setelah melalui proses pendataan, pengolahan, dan validasi, peta Citepus Tourism Mapping diselesaikan pada 9 Agustus 2026. Hasil pemetaan selanjutnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Citepus dalam bentuk cetak maupun digital agar dapat dimanfaatkan sebagai media informasi, promosi, serta bahan pendukung perencanaan pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Program Citepus Tourism Mapping tidak hanya berorientasi pada menghasilkan sebuah peta, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun basis data potensi wisata Desa Citepus. Dengan adanya informasi spasial yang lebih terstruktur, pemerintah desa dapat memiliki gambaran mengenai sebaran dan karakteristik potensi wisata yang dimiliki.
Dalam jangka pendek, kegiatan ini diharapkan mampu mendokumentasikan lokasi dan informasi objek wisata sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai potensi wisata di wilayahnya. Dalam jangka menengah dan panjang, peta tersebut diharapkan dapat mendukung promosi wisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan fasilitas dan pengelolaan wisata desa.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari partisipasi pemerintah desa dan masyarakat dalam memberikan informasi mengenai potensi yang ada. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan data yang dikumpulkan tidak hanya akurat secara spasial, tetapi juga sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui Citepus Tourism Mapping, mahasiswa KKN berharap hasil pemetaan dapat terus dimanfaatkan setelah program KKN selesai. Peta ini diharapkan menjadi salah satu media yang membantu Desa Citepus mengenalkan potensi wisatanya secara lebih luas sekaligus mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Dengan terdokumentasinya potensi wisata secara digital dan visual, Desa Citepus memiliki peluang untuk semakin memperkuat identitasnya sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi.

